| Kenang korban Kecelakaan maut, Ratusan warga gelar Doa bersama dan tabur bunga |
PANDAAN – Suasana haru menyelimuti peringatan tujuh hari tragedi kecelakaan maut di Simpang Empat Patung Sapi, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (12/7/2026).
Ratusan warga mengikuti doa bersama dan prosesi Tolak Sengkala sebagai bentuk ikhtiar memohon keselamatan serta mengenang para korban yang meninggal dunia.
Kegiatan yang digagas oleh Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Jawa Timur tersebut diawali dengan doa bersama di Masjid Desa Tawangrejo sekitar pukul 09.00 WIB.
Sejumlah warga juga berkumpul di halaman rumah sekitar lokasi untuk turut memanjatkan doa.
Usai doa bersama, peserta berjalan menuju Simpang Empat Patung Sapi.
Di lokasi, mereka menggelar prosesi tabur bunga sebagai penghormatan kepada para korban, sekaligus membagikan jenang sengkala kepada para pengendara yang melintas.
Melalui kegiatan tersebut, warga berharap peristiwa tragis yang merenggut empat nyawa pada Selasa (7/7/2026) lalu tidak kembali terulang.
Selain sebagai bentuk penghormatan kepada korban, doa bersama juga menjadi ikhtiar memohon perlindungan dan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut.
Salah seorang warga, Sulistyorini (35), warga Dusun Kanyuran, Desa Tawangrejo, mengaku masih menyimpan trauma karena pernah mengalami kecelakaan di lokasi yang sama.
"Saya berharap kecelakaan yang terjadi pada Selasa lalu menjadi yang terakhir dan tidak ada lagi korban di simpang ini. Saya sendiri pernah mengalami kecelakaan persis di lokasi tersebut. Motor saya rusak cukup parah, tetapi saya masih bersyukur karena Tuhan masih melindungi saya, meski saat itu kaki dan tangan saya mengalami luka," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan maut terjadi di Simpang Empat Patung Sapi, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, pada Selasa (7/7/2026) pagi.
Peristiwa bermula saat truk kontainer bernomor polisi L 9381 CK yang dikemudikan Agung (34), warga Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya, melaju dari arah Malang menuju Surabaya.
Saat tiba di lokasi kejadian, truk diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman sehingga menabrak sejumlah kendaraan yang berada di depannya.
Akibat kecelakaan tersebut, empat orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.
Empat korban meninggal dunia yakni M. Khoiron (44), warga Kecamatan Prigen; M. Ashif (25) dan M. Ashofi (25), warga Desa Ledug, Kecamatan Prigen; serta Ismiyati (38), warga Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Sementara lima korban yang mengalami luka-luka adalah M. Mulyadi (40), warga Kecamatan Prigen; Rudiyanto (32), warga Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen; Erna Puji Rahayu (29), warga Desa Pucangsari, Kecamatan Purwosari; Robin Adi Saputro (39), warga Desa Candiwates, Kecamatan Prigen; serta Agung (34), pengemudi truk kontainer. (Sg)