| Tiga narasumber dari Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan. |
PASURUAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan menyoroti ketergantungan para petani lokal terhadap pupuk kimia yang dinilai dapat menurunkan kualitas serta kesuburan struktur tanah dalam jangka panjang [02:14]. Melalui program Podcast Jawara, para anggota DPRD mendorong percepatan edukasi mengenai pembuatan pupuk kandang/organik serta teknologi pembenah tanah (proses oksidasi) sebagai solusi alternatif yang ramah lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, para legislator menekankan bahwa potensi kotoran hewan ternak di Pasuruan sangat melimpah dan dapat dimanfaatkan secara optimal
Selain mengurangi ketergantungan pada kimia, penggunaan pupuk organik serta penataan pola tanam (integrated farming) terbukti dapat menekan biaya produksi tani, mengembalikan struktur tanah yang jenuh, hingga meningkatkan produktivitas hasil panen secara berkelanjutan.
DPRD bersama dinas terkait juga tengah merancang Payung Hukum/Raperda untuk memberikan perlindungan, pemberdayaan, serta insentif bagi kelompok tani yang mau bertransisi menerapkan konsep pertanian terpadu tersebut.
Ingin tahu pembahasan lengkap mengenai teknik pembenahan tanah, solusi alokasi pupuk, dan pengalaman langsung para wakil rakyat di lapangan?
Saksikan obrolan dan perbincangan selengkapnya melalui tayangan di kanal YouTube berikut:

