Iklan Panjang Atas

Iklan destop

Ribuan Warga Padati Parade Sound Horeg dan Karnaval Budaya Desa Plintahan

Jumat, 07 Agustus 2026, 22:09 WIB Last Updated 2026-08-07T15:11:32Z
Parade Sound Horeg di Plintahan


PANDAAN — Parade performa tata suara (check sound) dan karnaval budaya bertajuk pelestarian adat di Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, sukses menyedot perhatian ribuan pengunjung.

Agenda tahunan yang berlangsung selama dua hari pada Jumat–Sabtu (7–8 Agustus 2026) tersebut tak hanya memikat masyarakat lokal, tetapi juga menjadi magnet bagi peminat hiburan musik audio skala besar dari berbagai daerah.

Sejak Jumat malam, ribuan pasang mata memenuhi sepanjang jalur parade untuk menyaksikan uji performa sistem suara profesional.

Antusiasme penonton meluap hingga melintasi batas batas wilayah Pandaan. Pengunjung terpantau berdatangan dari Kabupaten Sidoarjo, Mojokerto (Mojosari), hingga penikmat sound system dari Kota maupun Kabupaten Malang.

Rangkaian acara dilanjutkan pada Sabtu malam selepas ibadah Magrib yang menjadi puncak perayaan berupa parade karnaval.

Mengusung tema besar adat dan kebudayaan Nusantara, parade ini menempuh rute strategis yang dimulai dari sisi barat SMPN 2 Pandaan dan berakhir di Dusun Kluncing.

Agenda kolaboratif ini diikuti oleh enam wilayah dusun setempat, meliputi:

Dusun Kwangen

Dusun Binangun

Dusun Tembong

Dusun Ngadilegi

Dusun Mlaten

Dusun Plintahan

Untuk memeriahkan ajang ini, masing-masing dusun menghadirkan deretan sound horeg ternama di Jawa Timur. Nama-nama besar di industri audio daerah seperti STL Audio, HARMONIS Audio, MA Audio, K5 MAXIMAL Audio, PUTRA MANDIRI Audio, LINGGARJATI Audio, NGX Audio, hingga CMG Audio tampil unjuk kebolehan mengatur frekuensi suara terbaik mereka.

Meski persaingan kualitas suara antar armada audio cukup ketat, suasana kekeluargaan justru mendominasi area kegiatan.

Kerukunan serta kekompakan tercermin jelas dari interaksi antarpemilik sound system dan para kru pendukung di lapangan.

Kehadiran jajaran penyedia audio papan atas ini menjadi daya tarik utama bagi para pemburu hiburan luar daerah.

Ika (27), pengunjung asal Singosari, Kabupaten Malang, mengaku sengaja menempuh perjalanan jauh demi merasakan atmosfer pertunjukan ini secara langsung.

"Saya bela-belain datang jauh dari Singosari hanya untuk menikmati dentuman alunan musik horeg di sini," ujar Ika di tengah kemeriahan acara.

Guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa gangguan ketertiban umum, jajaran kepolisian dari Polsek Pandaan disiagakan di sejumlah titik rawan kemacetan dan kerumunan.

Petugas mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pengunjung untuk terus menjaga ketertiban, saling menghormati, serta mengutamakan keselamatan bersama hingga acara usai. (Sg)
Komentar

Tampilkan

  • Ribuan Warga Padati Parade Sound Horeg dan Karnaval Budaya Desa Plintahan
  • 0

Terkini

Iklan Buttom

Utama Mobile