| Truk bermuatan Semen terguling di Pandaan |
PANDAAN — Insiden kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah kendaraan angkutan berat kembali terjadi di jalur Bypass Pandaan penghubung Surabaya dan Malang. Sebuah truk bermuatan semen bernomor polisi M 8756 CY terguling tepat di depan SPBU Pandaan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026) siang sekitar pukul 13.00 WIB.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan tersendatnya arus lalu lintas dari arah Surabaya menuju Malang hingga mengular beberapa kilometer.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, truk yang dikemudikan oleh Efan tersebut awalnya melaju dari arah Sidoarjo menuju kawasan Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, untuk mengantarkan material semen. Namun, sesampainya di titik kejadian, armada angkutan tersebut mengalami kegagalan teknis pada bagian roda.
Ban belakang sebelah kiri kendaraan mendadak pecah dengan suara dentuman keras. Kehilangan keseimbangan secara mendadak membuat sopir kesulitan mengendalikan laju kendaraan yang berbeban berat, hingga akhirnya truk oleng dan terguling.
"Ban sebenarnya dalam kondisi masih bagus dan layak jalan, Mas. Tapi bagaimana lagi, namanya musibah tidak ada yang tahu," ujar Efan, pengemudi truk, saat ditemui di lokasi kejadian dengan nada lesu.
Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka berat dalam insiden ini. Pengemudi beserta kernet berhasil keluar dari kabin kendaraan dalam keadaan selamat tanpa cidera serius.
Menanggapi kejadian tersebut, personel dari Unit Lantas Polsek Pandaan langsung dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), serta melakukan rekayasa lalu lintas guna mengurai penumpukan kendaraan.
Hingga Minggu sore, proses evakuasi badan truk masih terus dilakukan. Petugas di lapangan masih menunggu kedatangan armada derek dan alat berat untuk mengangkat badan truk yang terguling.
Petugas kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan yang hendak melintas di jalur Surabaya–Malang, khususnya di kawasan Pandaan, untuk berhati-hati, menurunkan kecepatan kendaraan, dan memanfaatkan jalur alternatif guna menghindari penumpukan volume kendaraan selama proses evakuasi berlangsung. (Sg)