| Proses evakuasi kendaraan yang kecelakaan beruntun di Gempol |
GEMPOL — Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun di Jalan Raya Malang–Surabaya, tepatnya di Dusun Mojorejo, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, bertambah menjadi lima orang. Korban terbaru adalah Siswanto (53), pengemudi truk tangki bernomor polisi L 9360 G yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Siswanto, warga Dusun Mlaten, Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, mengembuskan napas terakhir setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Prima Husada, Sukorejo.
"Iya mas, Pak Sis meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif di rumah sakit," ujar Dewi, warga di sekitar lokasi kejadian.
Kecelakaan beruntun tersebut terjadi pada Senin (27/7/2026) pagi dan melibatkan tujuh kendaraan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika sebuah truk traktor head bermuatan gelondongan kertas melaju dari arah Malang menuju Surabaya.
Saat melintasi jalur menurun di kawasan Gempol, truk diduga mengalami kegagalan sistem pengereman sehingga pengemudi tidak mampu mengendalikan kendaraan. Truk kemudian menabrak sejumlah kendaraan di depannya secara beruntun.
Akibat benturan keras tersebut, satu unit truk traktor head, satu unit truk tangki, dua unit truk Colt Diesel, serta tiga sepeda motor mengalami kerusakan parah. Laju truk baru berhenti setelah menabrak bangunan milik warga di tepi jalan, mengakibatkan beberapa rumah mengalami kerusakan.
Berdasarkan data yang telah divalidasi pihak berwenang, lima korban meninggal dunia dalam peristiwa ini, yakni Agus Prasetya (37), pengemudi truk traktor head asal Tirtomoyo, Pakis, Kabupaten Malang; Sulkan (63), pengemudi truk Mitsubishi asal Tumpang, Kabupaten Malang; Stefanus Beko Bhoko (56), pengendara Honda Supra X 125 asal Desa Suwayuwo, Sukorejo, Pasuruan; Wahyu Kulila (46), penumpang Honda Supra X 125 asal Desa Suwayuwo, Sukorejo, Pasuruan; serta Siswanto (53), pengemudi truk tangki asal Desa Plintahan, Pandaan, Pasuruan.
Sementara itu, empat korban lainnya mengalami luka-luka, yakni Yudi Kurnia Wardani (35), pengendara Honda Vario asal Kabupaten Sidoarjo; Sutikno (34), pengendara Honda Vario asal Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan; Lilik Sri Astutik (44), pengendara sepeda motor asal Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan; serta Warsi (39), warga setempat yang sedang berada di sekitar lokasi kejadian.
Usai kejadian, Satlantas Polres Pasuruan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi kendaraan yang terlibat, serta mengatur arus lalu lintas yang sempat mengalami kemacetan panjang dari kedua arah.
Kepolisian juga mengimbau perusahaan angkutan barang dan para pengemudi kendaraan berat untuk rutin melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan, terutama sistem pengereman, sebelum beroperasi guna mencegah kecelakaan serupa. (Sg)