| Meriahnya acara Haflah Akhirussanah di Yayasan Nurul Jadid Desa Wedoro |
PASURUAN – Mengawali rangkaian kegiatan Haflah Akhirussanah, Yayasan Nurul Jadid Dusun Kemlandingan, Desa Wedoro, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan menggelar aksi pawai budaya dan religi pada Sabtu (20/6/2026) pagi.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 500 siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan yayasan tersebut.
Para peserta yang terdiri dari siswa PAUD, Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ), hingga Madrasah Diniyah (Madin) ini memulai rute perjalanan dari Dusun Pranti dan finis di halaman Aula Nurul Jadid Kemlandingan.
Pembina Yayasan Pendidikan Nurul Jadid, Moh. Miftahul Huda, menegaskan bahwa pawai ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam bagi lembaga dan warga sekitar.
"Acara pawai pagi ini berlangsung lancar dan mendapat dukungan penuh dari warga. Tujuan utama pawai ini adalah untuk semakin mendekatkan dan mengenalkan lembaga pendidikan kami kepada masyarakat luas," ujar Miftahul Huda.
"Saya juga berharap semoga yang diwisuda mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan di amalkan di masyarakat" tambahnya.
Sepanjang rute pawai, ratusan peserta tampak antusias mengenakan berbagai atribut bernuansa Islami serta pakaian adat tradisional Indonesia.
Kehadiran para guru dan wali murid yang mendampingi di sepanjang jalur pawai turut menambah kemeriahan acara, sekaligus menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.
Momentum Haflah Akhirussanah tahun ini menjadi wadah mempererat kebersamaan seluruh elemen lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Nurul Jadid.
Rangkaian kegiatan ini dijadwalkan akan mencapai puncaknya pada Sabtu malam melalui penyelenggaraan pengajian akbar yang melibatkan masyarakat umum.
"Pawai ini menjadi pembuka seluruh rangkaian Haflah Akhirussanah. Insyaallah, puncak acaranya nanti akan kami tutup dengan pengajian akbar sebagai wujud rasa syukur, sekaligus sarana memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat," pungkas Miftahul Huda. (Sg)