| Podcast JAWARA - Jagongan Wakil Rakyat. |
PASURUAN, Potret.Net – Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan menegaskan komitmennya dalam mengawal transformasi digital melalui program Smart Village (Desa Cerdas) guna mewujudkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan terintegrasi.
Topik ini dibahas tuntas dalam program JAWARA (Jagongan Wakil Rakyat) di kanal YouTube Potret Net, langsung dari Omah Kota Pandaan. Dipandu oleh host Niswa, diskusi ini menghadirkan tiga legislator Komisi I: Dr. Kasiman (Fraksi Gerindra), Hj. Nik Sugiarti, dan H. Sugiyanto.
Tiga Pilar Utama & Sinergi Desa Cerdas
Dr. Kasiman memaparkan tiga urgensi digitalisasi desa: tuntutan pelayanan cepat, keterbukaan informasi, dan penyampaian data yang tuntas ke masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi komunikasi aparatur desa agar pelayanan tetap ramah dan solutif.
Sementara itu, Hj. Nik Sugiarti menjelaskan bahwa Smart Village bukan sekadar fasilitas komputer, melainkan ekosistem yang mengintegrasikan teknologi, inovasi, dan telekomunikasi dengan kearifan lokal.
"Dasar utamanya adalah pemerataan jaringan internet yang stabil," tegas Nik Sugiarti, optimistis masyarakat Pasuruan sudah adaptif dengan teknologi sehari-hari.
Dukungan Anggaran & Integrasi Data Satu Pintu
Komisi I telah mengawal pos anggaran 2024–2025 untuk pelatihan digital Sekretaris Desa (Sekdes) dan operator desa. H. Sugiyanto mengimbau para Kepala Desa agar bijak mengalokasikan Dana Desa (DD) untuk digitalisasi pelayanan dasar, seperti pengurusan KK, KTP, dan surat kematian elektronik.
Di sisi lain, Komisi I mengapresiasi program perluasan Common Center Pemkab Pasuruan demi mewujudkan integrasi data "Pasuruan dalam Satu Genggaman".
Menjawab kekhawatiran kebocoran data, Nik Sugiarti memastikan data vital aman di bawah otoritas DPMD sesuai UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Ia juga mengimbau warga agar tidak sembarangan membagikan dokumen pribadi di grup WhatsApp. Di akhir diskusi, para legislator mengajak seluruh aparatur desa untuk berkolaborasi meninggalkan sistem konvensional demi menyongsong masa depan digital. (PN/Red)

