| Tangkapan layar video YT/@potretnet. |
PASURUAN, potret.net – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Gaung Andaka Ranggi Purbangkara, memberikan pandangan menohok sekaligus motivasi bagi generasi muda di Kabupaten Pasuruan yang ingin terjun ke dunia wirausaha. Ia menegaskan bahwa esensi utama dari seorang pengusaha (entrepreneur) bukanlah meratapi keterbatasan modal atau izin, melainkan kemampuan berpikir sebagai penyelesai masalah (problem solving).
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Mas Gaung—sapaan akrabnya—saat membedah ekosistem bisnis kepemudaan dalam program Podcast JAWARA (Jagongan Wakil Rakyat) bersama media potret.net di Ruang Studio, Senin (8/7/2026).
"Pertama yang harus ditekankan, kalau kita mau jadi pengusaha, konsep pola pikirnya itu harus problem solving. Bisnis itu muncul, nilai tambah suatu produk atau jasa itu ada, karena adanya masalah. Kalau untuk urusan ngurus izin dan modalnya aja mereka sudah bingung dan gak bisa, lalu bagaimana mau menjalankan usahanya ke depan?" sentil Gaung di hadapan Host Novi.
Infrastruktur Pasuruan Sudah Lengkap, Ada MPP Raci dan Google AI
Legislator muda ini memaparkan bahwa keluhan mengenai sulitnya akses perizinan saat ini sudah tidak relevan. Selain sistem yang terpusat dan mudah diakses secara daring seperti yang disampaikan sejawatnya di Komisi II, Sugiarto, S.A.P., Kabupaten Pasuruan juga telah memiliki fasilitas fisik yang sangat representatif.
"Di Pasuruan kita punya Mal Pelayanan Publik (MPP). Tempatnya ada di kompleks perkantoran Raci, gedungnya paling depan. Jadi sebenarnya sangat mudah diakses," tuturnya sembari diaminkan oleh rekan komisinya.
Bahkan di era digital sekarang, Gaung menyebut kecanggihan teknologi telah memangkas rantai ketidaktahuan. Pelaku usaha tidak perlu bingung mencari informasi karena panduan langkah demi langkah (step-by-step) sudah tersedia secara gratis di internet.
"Sekarang gak usah download aplikasi yang aneh-aneh. Lewat Google saja itu sudah ada AI (Artificial Intelligence) yang menjawab bagaimana cara mengurus izin, langkahnya apa saja, dan persyaratannya langsung muncul. Jadi ini kembali ke kemauan orangnya sendiri, termasuk dalam mencari modal," urainya.
Terkait modal, alumnus sarjana ekonomi ini membeberkan banyak opsi skema yang bisa ditempuh oleh anak muda, mulai dari fundraising, pinjaman perbankan daerah, hingga modal kepercayaan melalui presentasi konsep bisnis yang matang kepada relasi.
Peran Pemerintah Hanya Stimulus, Dorong Daya Beli Masyarakat
Lebih jauh, politisi muda ini mengingatkan agar para pelaku usaha tidak memiliki mentalitas ketergantungan yang tinggi terhadap bantuan pemerintah. Menurutnya, roda usaha berkembang atau tidak, mutlak berada di tangan sang pengusaha itu sendiri.
"Peran pemerintah itu hanya sebagai stimulus, pemantik, dan pelicin. Pemerintah hadirnya di situ melalui program pembinaan atau pelatihan. Tapi usaha itu mau berkembang atau tidak, kembali lagi ke diri sendiri. Menjalani bisnis itu bukan hal yang mudah, kalau mudah ya semua orang sudah jadi pebisnis," tegasnya.
Sebagai penutup, anggota Komisi II ini memberikan catatan makro strategis. Agar usaha anak muda di Kabupaten Pasuruan bisa naik kelas dan tumbuh berkelanjutan, pemerintah daerah harus fokus menjaga agar perputaran uang tidak lari ke luar daerah.
"Supaya usaha dapat berkembang dan perputaran uang ini tetap ada di Pasuruan, kuncinya adalah daya beli masyarakatnya yang harus ditingkatkan oleh pemerintah," pungkas Mas Gaung. (red)

