| Gambar Ilustrasi pembegalan |
PASURUAN – Suasana mencekam kini menyelimuti warga Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Hal ini merupakan buntut dari insiden pembegalan berdarah yang menimpa Ervira (23), seorang warga Sidoarjo, di Jalan Raya Dusun Wadung pada Sabtu dini hari (2/5/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB tersebut tidak hanya meninggalkan trauma bagi korban, tetapi juga memicu ketakutan luar biasa bagi penduduk setempat, terutama mereka yang beraktivitas di jam-jam rawan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, warga mulai membatasi aktivitas keluar rumah saat kondisi masih gelap. Salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa keresahan paling besar dirasakan oleh para pedagang kecil yang setiap hari harus berangkat ke pasar saat dini hari.
"Kami sangat resah. Setiap pagi para pedagang harus berangkat belanja ke pasar, dan sekarang mereka merasa nyawanya terancam. Kami tidak ingin kejadian serupa terulang kembali," ujar salah satu warga saat ditemui di kediamannya, Minggu (3/5).
Warga juga mengkhawatirkan citra wilayah Tutur sebagai jalur wisata. Mengingat kawasan tersebut merupakan akses menuju destinasi wisata alam, keamanan pengguna jalan menjadi prioritas utama yang dipertanyakan.
Warga berharap ada tindakan nyata dan preventif dari aparat penegak hukum untuk mengembalikan rasa aman di wilayah tersebut. Pihak kepolisian diharapkan tidak hanya fokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga pada pengamanan jalur-jalur rawan. Warga minta Kepolisian Resort (Polres) Pasuruan dan Polsek Tutur untuk melakukan patroli rutin di jam-jam rawan (dini hari dan malam hari).
"Saya berharap kepada Kepolisian Resort Pasuruan keamanan warga Ngembal dipantau. Begitu juga para pengguna jalan yang lewat di wilayah ini, terutama yang hendak berwisata," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah konkret dari pihak berwajib untuk menjamin keamanan di jalur penghubung antar-kecamatan tersebut agar aktivitas sosial dan ekonomi warga dapat kembali normal. (Son/Red).
