Notification

×

Iklan utama destop

Utama Mobile

Indeks Berita

Pembegalan di Tutur Pasuruan, Perempuan Asal Sidoarjo Terluka Disabet Senjata Tajam

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:07 WIB Last Updated 2026-05-02T06:10:05Z
Korban saat mendapatkan perawatan medis

PASURUAN – Aksi pencurian dengan kekerasan (begal) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Seorang perempuan bernama Ervira (23), warga Kelurahan Prasung, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, menjadi korban dalam peristiwa yang terjadi di Jalan Raya Dusun Wadung, Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.

Korban mengalami luka sabetan senjata tajam pada bagian pundak kiri setelah berusaha mempertahankan sepeda motornya dari upaya perampasan oleh pelaku.

Peristiwa bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi W 3650 NET, berboncengan dengan seorang temannya. Keduanya diketahui hendak menuju kawasan wisata di Kecamatan Tutur.

Saat melintas di lokasi kejadian yang relatif sepi, korban tiba-tiba dipepet oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor matic berwarna hitam dan mengenakan masker.

Para pelaku kemudian mengancam korban dengan senjata tajam dan memaksa untuk berhenti. Karena panik dan takut, korban terjatuh bersama sepeda motornya. Namun, korban tetap berupaya mempertahankan kendaraannya.
Upaya tersebut berujung nahas. Salah satu pelaku langsung menyabetkan senjata tajam ke arah korban hingga mengenai pundak kirinya.

Setelah korban tidak berdaya, pelaku membawa kabur sepeda motor milik korban. Korban selanjutnya dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini.

“Memang benar telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan di wilayah Tutur,” ujarnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur yang sepi pada waktu rawan.

“Jika memungkinkan, sebaiknya berkendara secara berkelompok atau bersama pengguna jalan lain guna meminimalisir potensi tindak kejahatan,” tambahnya.

Hingga saat ini, pelaku masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Kasus tersebut menambah daftar aksi kriminalitas jalanan yang meresahkan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Pasuruan. (Sg)
×
Berita Terbaru Update
/* script Youtube Responsive */