| Foto Warga Dan Damkar Selesai Memadamkan Api |
PASURUAN – Kepulauan asap hitam membumbung tinggi di langit Dusun Tanjung, Desa Gempol, pada Senin sore (4/5/2026). Sebuah usaha rumahan pembuatan keripik peyek yang awalnya berjalan rutin, berubah menjadi petaka hebat yang menghanguskan tiga bangunan rumah sekaligus.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ini diduga kuat berawal dari percikan api kompor di dapur milik Aisyah. Saat itu, ia sedang memproduksi keripik peyek untuk dagangannya. Namun, dalam hitungan detik, percikan kecil tersebut berubah menjadi kobaran api yang tak terkendali.
Api Merembet Cepat ke Tetangga
Konstruksi bangunan dan material yang mudah terbakar membuat si jago merah dengan beringas merembet ke hunian di sekelilingnya. Rumah milik Harisun dan Ninik, yang bersebelahan langsung dengan titik awal api, tak luput dari amukan masa api.
“Menurut keterangan pemilik, awalnya percikan api dari kompor, lalu api dengan sangat cepat menjalar sampai ke rumah sebelah,” ungkap Ila, Kepala Wilayah (Kawil) Tanjung saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Harta Benda dan Mata Pencaharian Ludes
Suasana mencekam menyelimuti lokasi saat api mulai mengepung isi rumah. Aisyah, salah satu korban, mengaku hanya bisa terpaku melihat seluruh harta bendanya dilalap api. Tidak ada barang berharga yang sempat diselamatkan; mulai dari perangkat elektronik seperti televisi dan kulkas, hingga dokumen penting dan uang tunai semuanya menjadi abu.
“Api cepat sekali menyambar, saya tidak bisa berbuat apa-apa selain berteriak meminta tolong. Bukan cuma tempat tinggal, usaha yang selama ini jadi sumber penghasilan saya juga habis total,” tutur Aisyah dengan nada lirih.
Bahu-Membahu Padamkan Api
Upaya pemadaman berlangsung dramatis selama satu setengah jam. Dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dari BPBD Kabupaten Sidoarjo dan Pemkab Pasuruan dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah agar tidak meluas ke pemukiman padat penduduk lainnya.
Aparat gabungan dari Polsek dan Koramil Gempol, bersama relawan Redkar serta warga setempat, bahu-membahu menyemprotkan air dan melokalisir api. Kerja keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 17.30 WIB, saat api dinyatakan benar-benar padam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan otoritas terkait masih melakukan pendataan dan investigasi lebih lanjut mengenai total kerugian materiil yang diderita para korban. Meski tidak ada laporan korban jiwa, trauma mendalam menyelimuti warga Dusun Tanjung atas musibah tersebut. (Din/Red)
