PASURUAN – Kesehatan adalah aset paling berharga bagi masyarakat. Karena itu, Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan terus berkomitmen meningkatkan akses layanan kesehatan agar lebih mudah, cepat, dan merata bagi seluruh warga.
Dalam program JAWARA (Jagongan Wakil Rakyat), anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Ahmad Wasik Rahman Hamyah dan Trilaksono Adi Prianto, menyampaikan berbagai persoalan serta upaya perbaikan sektor kesehatan di daerah.
Sosialisasi Program Masih Jadi Kendala
Salah satu masalah utama adalah kurangnya penyebaran informasi di tingkat desa. Padahal pemerintah daerah telah menyediakan berbagai fasilitas seperti ambulans gratis dan program Universal Health Coverage (UHC).
“Programnya sudah bagus, tetapi banyak masyarakat desa yang belum tahu karena informasi sering terhenti di tingkat kecamatan,” ujar Trilaksono.
Komisi IV menilai peran bidan desa, kader posyandu, dan operator desa sangat penting agar informasi kesehatan benar-benar sampai kepada masyarakat.
Pelayanan RSUD Semakin Membaik
Ahmad Wasik menjelaskan, pelayanan rumah sakit milik pemerintah seperti RSUD Bangil dan RSUD Grati terus menunjukkan peningkatan.
Komisi IV rutin melakukan pengawasan, mulai dari fasilitas, manajemen rumah sakit, hingga pelayanan petugas di lapangan.
“Kami terus berdialog dengan manajemen rumah sakit, dokter, hingga petugas kebersihan agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” katanya.
Ancaman Penyakit Ginjal pada Anak Muda
Dalam diskusi tersebut juga dibahas meningkatnya kasus gagal ginjal pada usia muda, terutama rentang usia 15 hingga 25 tahun.
Pola hidup tidak sehat dan konsumsi minuman manis berlebihan disebut menjadi salah satu penyebab utama. DPRD mengimbau orang tua lebih memperhatikan pola makan anak sejak dini.
Siap Turun Langsung ke Masyarakat
Komisi IV menegaskan akan terus aktif turun ke lapangan untuk mendengar keluhan warga dan membantu menyelesaikan persoalan layanan kesehatan.
“Kesehatan itu mahal. Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang kesulitan berobat hanya karena kurang informasi atau birokrasi,” tegas mereka. (Red*)

