| Acara cek sound horeg di Gunung Gangsir |
PASURUAN – Keberadaan panggung atau area cek sound horeg yang digelar di sekitar kawasan masjid di wilayah Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, memunculkan beragam tanggapan di tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (18/9/2026) malam tersebut berlangsung meriah. Sejumlah warga dan pengunjung terlihat memadati lokasi untuk menyaksikan pertunjukan sekaligus menikmati suasana hiburan yang belakangan cukup diminati masyarakat.
Bagi sebagian warga, keberadaan acara sound horeg menjadi bagian dari hiburan masyarakat dan momentum berkumpul bersama. Tidak hanya menjadi tontonan, kegiatan tersebut juga dinilai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi.
Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut memanfaatkan ramainya pengunjung dengan membuka lapak makanan, minuman, maupun berbagai jenis dagangan lainnya. Keramaian acara membuat aktivitas jual beli di sekitar lokasi turut meningkat.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, terdapat pula warga yang memberikan perhatian terhadap lokasi penyelenggaraan kegiatan. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah keberadaan panggung yang dinilai cukup berdekatan dengan fasilitas rumah ibadah.
Kondisi tersebut memunculkan pertimbangan mengenai penempatan lokasi kegiatan, terutama karena masjid merupakan tempat masyarakat menjalankan aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan.
Salah seorang penggemar sound horeg, Aditya, mengatakan dirinya pada dasarnya menyukai kegiatan tersebut. Menurutnya, sound horeg dapat menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus menciptakan suasana ramai di tengah warga.
Meski demikian, ia berharap penyelenggara dapat mempertimbangkan kembali lokasi kegiatan apabila terdapat fasilitas rumah ibadah di sekitar area acara.
"Saya sangat suka sekali dengan acara cek sound horeg, Mas. Tapi kalau penempatannya berdekatan dengan tempat ibadah sangat disayangkan. Namun, semua itu kembali pada penilaian masing-masing," ujar Aditya.
Menurutnya, kegiatan hiburan masyarakat tetap dapat diselenggarakan, tetapi aspek lokasi juga perlu menjadi perhatian. Dengan pemilihan lokasi yang tepat, kegiatan hiburan diharapkan tetap dapat berjalan tanpa menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang berada di sekitar tempat acara.
Di sisi lain, ramainya pengunjung dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa sound horeg memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian masyarakat. Musik dengan perangkat tata suara berkapasitas besar menjadi salah satu hiburan yang kerap menarik perhatian, khususnya dalam kegiatan masyarakat dan acara tertentu.
Pantauan di lokasi, sejumlah pengunjung tampak berdatangan dan memadati area kegiatan. Pedagang UMKM juga terlihat memanfaatkan momentum keramaian dengan menjajakan dagangannya kepada pengunjung.
Aktivitas ekonomi tersebut menjadi salah satu sisi lain dari penyelenggaraan kegiatan sound horeg. Ketika jumlah pengunjung meningkat, pelaku usaha di sekitar lokasi memiliki peluang mendapatkan tambahan pendapatan dari transaksi selama acara berlangsung.
Meski demikian, penyelenggaraan hiburan dengan pengeras suara berkapasitas besar juga membutuhkan perhatian terhadap lingkungan sekitar. Terlebih apabila kegiatan berlangsung hingga malam hari dan berada tidak jauh dari permukiman maupun fasilitas umum seperti rumah ibadah.
Karena itu, keseimbangan antara kebutuhan masyarakat terhadap hiburan, aktivitas ekonomi warga, serta kenyamanan lingkungan menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh pihak penyelenggara.
Dengan adanya komunikasi antara penyelenggara, masyarakat, tokoh lingkungan, dan pihak terkait, kegiatan serupa diharapkan dapat berlangsung dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
Kemeriahan acara dan geliat ekonomi masyarakat tetap dapat berjalan, sementara keberadaan fasilitas rumah ibadah serta hak warga sekitar untuk memperoleh kenyamanan juga dapat dihormati.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa keberadaan sound horeg di tengah masyarakat tidak hanya menjadi persoalan hiburan, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana sebuah kegiatan publik ditempatkan dan diselenggarakan dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat secara lebih luas. (Sg)